Beranda Budaya Meningkatkan Literasi dan Partisipasi Publik dalam Pembangunan Daerah

Meningkatkan Literasi dan Partisipasi Publik dalam Pembangunan Daerah

4
0
Meningkatkan Literasi dan Partisipasi Publik dalam Pembangunan Daerah



Meningkatkan Literasi dan Partisipasi Publik dalam Pembangunan Daerah

Yogyakarta–Dalam rangka memperingati Hari Jadi DIY ke-270, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY telah sukses melaksanakan serangkaian kegiatan bedah buku selama bulan Maret di lima lokasi berbeda.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan budaya baca dan literasi di lingkungan satuan pendidikan menengah, pendidikan khusus, dan masyarakat.

Lebih dari sekadar membedah isi buku, kegiatan ini menjadi ruang publik kritis yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk anggota DPRD DIY, penulis/penerbit buku, serta praktisi yang ahli dalam bidang masing-masing.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY, Kurniawan, S.Sos.,SE.Akt.,M.Ec.Dev., menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini.

“Bedah buku ini bukan hanya ajang diskusi literasi, tetapi juga sarana membangun kesadaran kolektif untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Literasi yang kuat akan mendorong masyarakat untuk lebih kritis, inovatif, dan berdaya dalam berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.

Lima pelaksanaan bedah buku yang diselenggarakan menghadirkan judul-judul yang disesuaikan dengan potensi wilayah dan minat masyarakat setempat. Lokasi pelaksanaan mencakup dua kalurahan dan tiga sekolah menengah atas, dengan jumlah peserta mencapai 100 orang di setiap pelaksanaan. Kehadiran anggota DPRD DIY dalam diskusi membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan mereka secara langsung.

Menurut Demas Kursiswanto, A.Md, anggota DPRD DIY yang hadir sebagai narasumber, kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi mereka dalam menyerap aspirasi masyarakat.

“Sering kali masyarakat merasa sulit menyampaikan pendapat mereka langsung kepada kami. Bedah buku ini menjadi medium yang tidak hanya edukatif tetapi juga interaktif, memungkinkan kami memahami isu-isu yang menjadi perhatian masyarakat dengan lebih dekat,” katanya.

Berikut adalah rangkuman lokasi dan pelaksanaan bedah buku:

  1. Sekar Mataram, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul pada Rabu, 5 Maret 2025 dengan judul buku “Pengantar Bisnis”
  2. Kampung Batik Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul pada Kamis, 6 Maret 2025 dengan judul buku “Menuju Kampung Go Green; Pelestarian Lingkungan dan Praktis Sosial di Kmapung Glintung Go Green”
  3. Ponpes Terpadu Abu Bakar Ash Shiddiq pada Rabu, 12 Maret 2025 dengan judul “Berhenti Sesaat untuk Melesat”
  4. SMK SMTI Yogyakarta pada Jumat, 14 Maret 2025 dengan judul “Semua Lelah yang Perlu Kita Rasakan Saat Dewasa”
  5. SMA Stella Duce 2 Yogyakarta pada Rabu, 19 Maret 2025 dengan judul “Dari Jogja untuk Generasi Muda Berbudaya”

Tidak hanya memberikan wawasan baru, kehadiran dinas yang membidangi ketugasan sesuai dengan tema buku yang dibedah turut memperkaya diskusi. Hal ini memungkinkan adanya tindak lanjut terhadap gagasan dan keluhan yang muncul selama sesi diskusi.

Dari perspektif penerbit buku di Jogja, tingkat konsumsi buku di Yogyakarta masih cukup baik dibandingkan daerah lain, meskipun tantangan di era digital semakin besar.

Elya Nur Shinta Dewi, salah satu narasumber dalam kegiatan ini, menyoroti pentingnya akses terhadap buku di tengah kemudahan memperoleh informasi dari internet.

“Saat ini, masyarakat bisa mengakses informasi dari mana saja, tetapi buku tetap memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan terstruktur. Tantangan kita adalah bagaimana memastikan literasi tetap berkembang di era digital ini,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY berharap dapat terus mendorong peningkatan literasi masyarakat serta membangun kesadaran akan pentingnya keterlibatan dalam pengembangan wilayah. Kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi dalam meningkatkan kualitas literasi serta membentuk masyarakat yang lebih kritis dan berdaya.

Dengan kesuksesan penyelenggaraan tahun ini, besar harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, semakin memperkuat budaya baca, memperluas akses terhadap literasi, serta membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam membangun daerahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Berita Google



Source link