Harianjogja.com, JOGJA—Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menemui Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X atau Sultan Jogja, Sabtu (5/4/2025). Pertemuan itu untuk mengkoordinasikan kelancaran arus balik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.
“Kami menemui Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kraton Kilen, ogja, Sabtu. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran serta memastikan penanganan arus balik Lebaran 2025 dari dan menuju Yogyakarta,” kata Menhub dilansir Antara.
BACA JUGA: Kumpulkan Lurah dan Jaga Warga, Ini Pesan Sultan HB X
Menhub menyampaikan bahwa pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah demi mewujudkan kelancaran dan keselamatan angkutan Lebaran 2025.
“Seperti saat penanganan arus mudik lalu, pada arus balik Lebaran ini kami memperkuat koordinasi untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat dari Yogyakarta kembali menuju daerah asalnya,” ujar Menhub.
Berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diperkirakan puncak arus balik akan berlangsung pada tanggal 5-6 April 2025.
Dari hasil survei itu pula, Terminal Giwangan menjadi terminal tujuan terpadat pemudik, sementara Stasiun Tugu Yogyakarta juga menjadi stasiun tujuan terpadat.
Jogja juga menjadi kota tujuan favorit pemudik yang ingin melakukan perjalanan wisata. Tempat wisata favorit di Yogyakarta antara lain kawasan Malioboro, Kraton Yogyakarta, Pantai Parangtritis dan Pantai Glagah.
Ia menilai perlu dilakukan koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
BACA JUGA: Ini Pesan Sultan HB X Bagi Umat Hindu di DIY Saat Hari Raya Nyepi
Menhub berterima kasih dan mengapresiasi dukungan serta kerja sama Pemerintah DIY, Polda setempat dan semua pihak yang telah menyiapkan dan melaksanakan angkutan Lebaran dengan sangat baik, seperti menyiapkan Posko Angkutan Lebaran.
“Selain itu pengaturan dan rekayasa lalu lintas serta kesiapan jalur alternatif, antisipasi mobilitas jumlah wisatawan, termasuk tempat penginapan dan lokasi wisata, serta penyediaan informasi dan sosialisasi,” kata Menhub.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Berita Google
Sumber: Antara