Harianjogja.com, BOYOLALI—Banjir setinggi dada orang dewasa merendam wilayah Pedukuha Ledok, RT 03/ RW 07, Sawahan, Ngemplak, Boyolali, Kamis (3/4/2025). Sedikitnya seratusan rumah warga setempat terdampak bencana banjir tersebut.
Dilansir Espos, hujan deras di wilayah Boyolali sejak sekitar pukul 16.00 WIB, menyebabkan sungai yang melintas di wilayah tersebut meluap. Kemudian secara berangsur, air mulai menggenangi rumah warga setempat, baik yang berada di Perumahan Mirai Jati 3 maupun rumah-rumah warga di dukuh tersebut.
Salah seorang warga Perumahan Mirai Jati 3, Mudrik Almansyur, mengatakan sejak pukul 16.30 WIB, air sudah mulai memasuki kawasan perumahan. Ketinggian air mencapai sedada orang dewasa yang berdiri atau lebih dari 1 meter.
“Saat ini kami dan warga lain dievakuasi [oleh tim evakuasi],” katanya di sekitar lokasi banjir.
Jumlah warga yang terdampak banjir, untuk warga Perumahan Mirai Jati 3 ada sekitar 50 keluarga. Sedangkan untuk warga di luar perumahan atau warga Dusun Ledok diperkirakan sekitar 100 keluarga.
Ia berharap ke depan dari pemerintah atau pihak terkait untuk mengupayakan normalisasi sungai yang meluap. Sebab musibah banjir itu bukan hanya kali itu terjadi, namun sudah berkali-kali. Sedangkan menurutnya ketinggian air pada banjir kali ini merupakan yang tertinggi dibandingkan yang pernah terjadi sebelumnya.
Proses evakuasi warga dilakukan oleh BPBD Boyolali, sukarelawan, TNI, Polri dan warga setempat. Hingga pukul 19.00 WIB proses evakuasi masih dilakukan.
BACA JUGA: BPBD Kulonprogo Ungkap Penyebab Banjir yang Rendam Ratusan Rumah di Wilayahnya
Sekitar 5 perahu karet diterjunkan dalam proses evakuasi tersebut. Beberapa kali tim evakuasi menjemput warga yang terjebak banjir dengan perahu karet. Termasuk warga usia lanjut, wanita dan anak-anak.
Kasi Kedaruratan Bencana BPBD Boyolali, Rima Kusuma, mengatakan hingga Kamis malam, proses evakuasi masih dilakukan. “Kami dari BPBD Boyolali juga telah menerjunkan tim TRC untuk melakukan evakuasi warga dengan membawa perahu dan peralatan evakuasi lainnya. Saat ini proses evakuasi masih berlangsung,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Berita Google
Sumber : Espos